Jumat, 04 Maret 2016

[MEET & GREET] : KEKOMPAKAN PENULIS DAN PENERBIT DI SAPPA ARAFAH




Di jaman sekarang ini media berkembang pesat. Media di sini tidak hanya sebatas media cetak dan elektronik, namun bisa jadi buku, sebagai salah satu alat penyampai informasi. Ragam buku berkembang seiring dengan semakin banyaknya penulis maupun penerbit.
Buku adalah satu hal yang terlibat dalam perang media. Perang menggunakan senjata tajam ataupun bom, tapi dengan kata-kata dan pemikiran. Ini adalah salah satu pembuktian bahwa kekuatan pena bisa lebih ampuh dari segala senjata. Dia tidak membuat kegaduhan. Dia juga tidak menyakitkan. Namun hasil taruhannya adalah hati dan pikiran.
Menyadari hal ini Pustaka Arafah sebagai salah satu penerbit buku-buku Islam di kota Solo mengadakan gathering antara penulis dan penerbit. Acara yang dibingkai dengan judul SAPPA, yaitu Silaturrahmi Penulis Penerjemah Arafah ini diselenggarakan di Toko Buku Pustaka Arafah lantai 2. Acara ini menghadirkan beberapa penulis yang memang pernah menjadi penulis buku di Pustaka Arafah maupun para editor yang menggawangi buku-buku Pustaka Arafah.
Pertemuan antara penulis dan penerbit merupakan hal yang sangat penting. Karena dari forum inilah, penulis dan penerbit yang merupakan dua belah pihak yang terlibat dalam penerbitan sebuah buku, bisa saling sharing. Banyak hal dapat didiskusikan. Salah satunya adalah tentang trend tema yang sedang diminati pasar saat ini. Dengan melakukan survei pasar, penerbit mengetahui jenis buku apa saja yang sedang diminati pembeli. Dari informasi inilah, penerbit dapat mengabarkan kepeda penulis, terutama kepada para penulis yang berada di lingkarannya, untuk menuliskan naskah seperti yang diinginkan. Keuntungan bagi para penulis, sistem ini mempermudah penulis untuk lebih fokus pada tema buku yang akan ditulis dan memang sedang dicari penerbit. Dengan kata lain, simbiosis mutualisme.
Hal yang perlu dibicarakan selanjutnya adalah tentang sistem pemasaran buku. Beberapa penerbit ada yang fokus ke pemasaran tanpa melibatkan penulis. Namun ada beberapa penerbit yang juga melibatkan penulis dalam hal pemasaran bukunya. Keduanya bahu membahu agar penjualan bukunya baik.
Yang paling seru dari semuanya adalah, sistem pembelian naskah. Ada naskah yang dibeli putus, ada juga yang sistem royalti. Naskah yang dibeli putus biasanya adalah naskah dengan teman ringan, tidak berumur panjang, atau juga naskah yang memang pesanan dari penerbit. Keuntungan dari sistem ini adalah, penulis segera mendapatkan uang tunai dari hasil kerja payahnya. Namun jangan lantas gigit jari, ya, jika ternyata buku cetakannya laku keras. Penerbitlah yang akan meraup untung.
Sistem beli putus tentu akan berbeda dengan sistem royalti. Sistem ini dianggap lebih adil karena antara penulis sama-sama merasakan baik keuntungan sedikit maupun banyak (buku laku keras). Celakanya kalau ternyata buku terjual sedikit, terpaksa penulis hanya mendapatkan royalti seadanya.
Pada sela-sela diskusi, ada sharing dari beberapa penulis tentang cara mereka tetap produktif sebagai penulis. Masing-masing penulis memang memiliki caranya sendiri-sendiri. Tidak jarang cara yang digunakan di luar dari teori menulis. Cara-cara menulis unik ini diantaranya adalah dengan menulis tanpa melihat ke layar. Tulislah apa yang ada dipikiran selama jam biologis berlangsung. Fokus dan disiplin. Tanpa mengedit. Hanya menulis. Setelah beberapa saat, baru dilihat hasil tulisannya.




Bagaimanapun, penulis dan penerbit seumpama dua sejoli yang tak terpisahkan. Keduanya saling membutuhkan, saling bersinergi untuk menghasilkan buku yang baik. Yang tentu juga dibarengi dengan penjualan yang baik pula. 

10 komentar:

  1. jd tau sistem royaltis m beli putus mak, tengkiu yak infonya

    BalasHapus
  2. memang punya kelebihan dan kekurangan ya sistim jual putus sama royalti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Musti dipertimbangkan dengan matang ^^

      Hapus
  3. keren mba Hana sudah jadi satu postingan tentang SAPPA yang mempesona dan berharap banyak darinya

    BalasHapus
  4. ternyata ada juga ya sistem royalti beli putus begini mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Bisa jadi pertimbangan penulis ^^

      Hapus
  5. Pengen juga nih ketemu penerbit. Siapa tahu novelku mau diterbitkan

    BalasHapus

Terimakasih telah berbagi komentar ^^